Saturday, December 21, 2013

[Review] Duty to The Crown


Judul : Duty to the Crown (The Actor and The Earl #2)
Penulis : Rebecca Cohen
Penerbit : Dreamspinner Press
Tahun cetakan : 2013
Jenis : ebook
ISBN : 1623803691

Rating : 3/5


Karena buku pertamanya membuat saya senang, dan masih dalam rangka mengjar target bacaan tahun ini, akhirnya saya memutuskan untuk langsung membaca sekuel dari The Actor and The Earl, Duty to The Crown. Sebenarnya mau tahan-tahan baca sampai buku ketiga dan terakhirnya, Forever Hold His Peace, rilis tahun depan, tapi ya sudahlah.


*Review ini mungkin akan mengandung konten yang tidak sesuai bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun.




The Pursuer

Sebastian masih terus menjalani kehidupan ganda sebagai dirinya sendiri dan sebagai Lady Bronwyn Crafton, menggantikan saudari kembarnya yang menolak untuk menikahi Lord Crofton. Ia mulai menyukai perannya karena semakin lama Anthony semakin menunjukkan rasa cinta yang besar terhadap dirinya. Namun stabilitas hubungan mereka harus terganggu ketika Ratu Elizabeth memerintahkan Anthony untuk merayu Marie Valois, putri dari seorang bangsawan korup yang diinginkan keberadaannya oleh Inggris dan Perancis.

Ratu Elizabeth menyuruh Anthony atas dasar reputasinya sebagai casanova dalam kalangan bangsawan dan tidak percaya bahwa Anthony bisa berbahagia hanya dengan seorang istri yang biasa-biasa saja seperti Browyn. Ratu menginginkan Anthony merayu Marie di pesta ulang tahun Anthony yang diadakan di Crofton Hall untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan ayah Marie.  Hal yang tidak diketahui Ratu adalah bahwa Marie justru lebih menyukai Sebastian dibanding Anthony, dan masalah makin rumit ketika kakak laki-laki Marie, Nicholas, juga ikut datang ke Crofton Hall..... dan jatuh cinta pada Lady Bronwyn Crofton.

Tugas yang harus diemban oleh Sebastian semakin banyak dan rumit. Ia harus mengatur kemunculan Sebastian dan Bronwyn, berusaha merayu kakak-beradik tersebut dan menanggapi gestur afeksi dari mereka, serta berurusan dengan kecemburuan Anthony yang makin hari makin jelas terlihat.

The Pursued

Sama seperti novel sebelumnya, sekuel dari The Actor and The Earl ini pun disuguhi dengan begitu banyak drama dan dikemas dalam gaya gay harlequin. Dibandingkan dengan prekuelnya, drama dalam novel ini intensitasnya meningkat dan Sebastian makin jadi epic model akan tokoh penised-female. Saya lumayan senang ketika Sebastian diceritakan mampu menghalau sekumpulan bandit, walau usahanya tidak terlalu heboh, sebenarnya. Tapi begitu dia mulai menangis mengharapkan kehadiran Anthony bak Pangeran Berkuda Putih, segala rasa hormat saya untuk Sebastian seketika kandas. Saya nggak terlalu menyukai tokoh damsel-in-distress, baik laki-laki maupun perempuan. Dan saya sebenarnya nggak terlalu menyukai situasi yang melibatkan munculnya damsel-in-distress--yang lumayan sering ada dalam novel ini.

Juga, masih seperti pendahulunya, ada banyak hal yang tidak realistis dalam cerita ini. Kenyataan bahwa Sebastian masih tidak terungkap identitasnya di saat saudari kembarnya masih hidup--dan hamil--juga masih menjadi masalah utama. Lalu masalah kenapa tidak ada yang mencurigai Sebastian sebagai laki-laki padahal tidak pernah diceritakan bahwa Sebastian menutupi lehernya. Leher laki-laki itu major give-out dalam crossdressing, karena mereka memiliki jakun dan bentuk lehernya jadi besar dan kadang terlihat kasar. Oke, di dunia ini ada banyak cosplayer laki-laki yang crossdressing sebagai perempuan, tapi kembali lagi, biasanya para cosers itu adalah orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun, dan memiliki ciri-ciri feminin. Sedangkan Sebastian sendiri tidak pernah dikatakan memiliki ciri-ciri feminin--hanya wajahnya yang sering dibilang cantik, tapi tidak pernah ada deskripsi mengenai tubuhnya.

Tapi di sisi lain, saya menyukai hubungan antara Anthony dan Sebastian yang makin manis. Mungkin hal itu lebih dikarenakan selera pribadi saya yang menyukai tipe cerita dengan established relationship dibanding cerita establishing relationship. hehe. Memang kisah-kisah yang ada di seputar established relationship biasanya berputar di hal-hal yang itu saja, dengan konflik yang itu-itu saja, dan membuat kisah kurang dapat dieksplorasi--apalagi kalau mau happy ending. Tapi bagaimana pun, kisah dengan established relationship mempunyai kadar kemanisan dan kelembutan yang selalu sukses menarik perhatian saya, terlepas dari sekacau apa pun plotnya. Karena itu saya tetap memberi novel ini tiga bintang gara-gara saya terus dibuat berdebar-debar dengan hubungan Anthony dan Sebastian yang penuh gula-gula. Dan Anthony tetaplah book husband saya tahun ini. *culik Anthony*

The Duty

Secara keseluruhan, kalau harus memilih, saya akan bilang kalau saya lebih menyukai buku pertama, dengan konflik dan tema yang lebih unik. Sama seperti kebanyakan novel trilogi, buku kedua ini juga terjebak dalam sindrom "Second Curse" alias kemerosotan di buku kedua setelah buku pertama yang gilang-gemilang--dan buku ketiga yang juga mendapat perhatian karena menjanjikan klimaks yang sebenarnya dari seri tersebut. Meskipun demikian saya menyukai seri ini, dan buku ini. Saya menyukai tokoh Anthony dan Sebastian, terlepas dari drama yang sering ditimbulkan Sebastian, dan saya penasaran tentang bagaimana cara pasangan ini mengakhiri sandiwara mereka--karena Sebastian jelas tidak mungkin menjadi perempuan seumur hidupnya. Karena itu tentu saja, saya akan sangat menunggu kehadiran buku pamungkas dari seri ini, dan bersiap untuk jatuh cinta lagi pada Anthony di tahun 2014.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...