Saturday, July 12, 2014

[Review] 1984 + Giveaway



Judul : 1984
Penulis : George Orwell
Penerbit : Bentang
Tahun cetakan : 2014
Jenis : Paperback
ISBN : 9786022910039

Rating : 5/5


Waktu Bentang mengumumkan bahwa mereka akan mencetak ulang buku ini, saya langsung menyiapkan kocek untuk membelinya. 1984 adalah salah satu buku yang ingin saya baca sejak dulu tapi tidak sanggup baca bahasa Inggrisnya. Susyaaah. Makanya saya girang bukan main waktu Bentang kasih pengumuman melalui twitter mereka. Apalagi begitu tahu kover rilisan terbarunya yang kece itu. Jauh lebih keren dibanding rilisan awal mereka:


Kerenan yang sekarang, kan? Hehehehe. Nanti juga akan ada kesempatan untuk mendapatkan buku keren ini untuk satu orang. Tapi nanti. Sekarang akan saya bahas dulu tentang buku ini.


Perang ialah Damai

Oceania, tahun 1984. Paska berakhirnya Perang Dunia I, semua negara-negara di dunia membagi diri menjadi tiga kekuatan besar, Oceania yang menguasai wilayah Eropa, Eurasia yang menguasai wilayah yang dulunya Amerika dan Afrika, serta Eastasia yang menguasai wilayah Asia dan Australia. Negara-negara dilebur dan diberi nama-nama baru. Yang dulunya London kini adalah Pangkalan Airstrip One, pusat pemerintahan Oceania yang dikuasai oleh Partai dengan Bung Besar di pucuk kekuasaan.

Pemerintahan Oceania adalah sebuah bentuk pemerintahan totaliter. Segala sumber daya adalah milik Partai dan rakyat hidup dalam kesamarataan. Bung Besar adalah mutlak. Perkataan Bung Besar tak mungkin salah. Ialah nabi sekaligus tuhan Oceania, dan tidak seorang pun boleh meragukannya atau mereka akan "diuapkan". Pemberontakan dikekang. Polisi Pikiran disebarkan untuk memata-matai tiap pemikiran yang menyeleweng. Tak ada yang tahu bagaimana rupa Polisi Pikiran, dan apakah mereka nyata atau hanya rumor yang disebarkan Partai untuk menakut-nakuti rakyat. Teleskrin dan mikrofon wajib dipasang di tiap penjuru untuk merekam gerak-gerik dan suara orang-orang. Ruang privasi dihapuskan. Bahkan dalam tidur pun rakyat harus tetap diawasi.

Winston Smith merupakan salah satu dari sedikit orang yang gelisah akan kenyataan ini. Dia adalah anggota Partai Luar yang bekerja sebagai "penyunting" berita di Kementrian Kebenaran, kementrian yang mengurusi dan menyunting segala sesuatu tentang media yang dikonsumsi rakyat. Pekerjaan utamanya ialah "menyunting" kesalahan perkataan Bung Besar dan segala fakta yang dikabarkan kepada rakyat, karena Partai dan Bung Besar tak akan pernah salah. Jika Oceania saat itu sedang berperang dengan Eurasia, maka selamanyalah Eurasia merupakan lawan, tidak pernah tidak. Jika keesokan hari Oceania berperang dengan Eastasia, maka segala berita tentang peperangan dengan Eurasia harus "disunting" karena dianggap sebagai "penyelewengan fakta", karena selamanya Oceania berperang dengan Eastasia. Musuh bersama diciptakan, penjahat diuapkan, dan rakyat hidup dalam pemujaan penuh teror.

Pekerjaan ini membuat Winston merasa jengah. Terutama karena orang-orang di sekitarnya termakan begitu saja dengan berita yang disebarkan oleh Partai walaupun kebohongan publik tersebut terpampang begitu nyata di depan hidung mereka. Tapi Winston tidak bisa melakukan apa pun, karena semua data "salah" yang harus "disunting" itu akan langsung dilenyapkan jejaknya saat itu juga. Tak akan ada bukti untuk bicara sebaliknya. Karena itu Winston diam-diam menyimpan buku catatan harian untuk merekam segala ingatannya, untuk membuat "bukti" itu dengan tangannya sendiri, meskipun ia harus berhadapan dengan Polisi Pikiran. Tujuan utamanya hanya satu: Gulingkan Bung Besar.

Namun tentu saja, ia harus berhasil mengelabui Polisi Pikiran terlebih dahulu.

Kebebasan ialah Perbudakan

Saya merasa bagaimana pun saya mencoba, pengetahuan saya yang cetek ini tidak akan mampu menghadirkan ulasan yang mumpuni untuk buku ini. 1984 merupakan novel pamungkas yang mengangkat nama Orwell sebagai salah satu penulis yang karyanya tak lekang oleh waktu. Sebagai seorang jurnalis dan sastrawan, Orwell selalu peka pada gejolak situasi di sekitarnya, dan pada waktu itu Nazi sedang berada di tampuk kekuasaan selama masa Perang Dunia II. Oleh karena itu, buku ini dituliskan Orwell berdasarkan ketidaksetujuan dan prediksinya terhadap pemerintahan totalitarianisme.

Orwell jelas memiliki pengetahuan yang luas mengenai bidang-bidang ilmu sosial, dan merupakan seorang pengamat yang tajam. Dalam buku ini Orwell menuliskan sebuah kisah yang menurut saya lintas-studi, mulai dari filsafat, politik, hingga psikologi. Menurut Orwell, kepatuhan total pada pemerintah akan tumbuh di bawah opresi dan ketakutan, seperti Partai yang menekan gejolak agresi dan emosi--bahkan hingga cinta dan seksualitas--dan menyalurkan semua gejolak agresi yang tertahan itu menjadi loyalitas pada Partai dan kebencian tidak rasional pada musuh utama partai--dalam hal ini mewujud pada sosok pengkhianat Partai, Emmanuel Goldstein. Orwell menjelaskan secara tepat mengenai "mainstreaming", satu taktik yang juga sering dilakukan oleh Nazi, dengan terus mengulang-ulang suatu pendapat hingga pendapat tersebut dianggap sebagai kebenaran. Dia juga menjelaskan mengenai apa yang disebut Milgram sebagai "obidience theory", yaitu bahwa orang yang paling kejam sesungguhnya adalah orang yang paling patuh pada aturan.

"Sebelum mereka menjadi sadar, mereka tidak akan pernah berontak; dan, sebelum mereka berontak mereka tidak akan pernah menjadi sadar." (hal. 87)

Dari sisi politik Orwell kelihatan jelas memutar, mengkritisi, dan bermain-main dengan teori Marx dan Hegel, dua filsuf yang awalnya satu aliran dan akhirnya terpisah. Penggunaan Doublethink--pikir ganda--yang diwajibkan oleh Partai kemungkinan besar mencatut teori Thesis-Antithesis milik Hegel, bahwa seseorang harus memegang dua hal yang bertolak belakang secara bersamaan dan terus memperdebatkannya hingga mencapai kebenaran sejati, dan dalam kasus ini, kebenaran sejati itu adalah kenyataan bahwa Partai selalu benar. Sementara "pergerakan kaum proletar" yang dipikirkan oleh Winston jelas adalah hasil dari teori Marx.

Saya jujur merasa sangat terintimidasi saat membaca novel ini, karena kekayaan pengetahuan penulis yang terlihat secara jelas bahkan tanpa penulis menggembar-gemborkan paparan teori beraneka ragam. Terlebih lagi, Orwell memaparkannya dengan sesederhana mungkin hingga pembaca yang tidak mengerti mengenai ilmu politik, filsafat, atau psikologi tetap bisa memahami satir yang dituliskan olehnya--terutama untuk orang Indonesia yang paham sejarah, pasti akan bisa menunjuk satu-dua era yang persis seperti Oceania. 

Penerjemahnya, Landung Simatupang pun bukan main-main. Dia bisa dengan enak mengganti banyak bahasa khas Newspeak menjadi "unik" namun tetap mudah dimengerti dalam bahasa Indonesia, seperti Sosing, baik-plus-ganda, atau setop-jahat. Pasti akan sangat sulit mengganti kata-kata itu agar tetap enak dibaca. Saya sering merasa kecewa dengan terjemahan novel-novel klasik yang seringkali terkesan kaku atau kurang enak dibaca. Tapi novel 1984 ini sekarang menjadi novel klasik terjemahan terbaik yang pernah saya baca--dan tentunya, akan jadi buku favorit saya tahun ini.

Kebodohan ialah Kekuatan

Ini masalah personal, tapi saya merasa beruntung momentum saya membaca buku ini tepat, karena bersamaan dengan masa Pilpres 2014. Membaca buku ini membuat saya lebih dapat mengingat-ingat kembali beberapa pelajaran psikologi tentang fanatisme dan mainstreaming media, hingga saya jadi jauh lebih berhati-hati dalam menghadapi gempuran arus aliran berita dua kubu yang mendistorsi realita dan fakta kita selama masa kampanye. haha. Memang tidak 100% bisa, tapi setidaknya saya jadi bisa memutuskan pilihan dengan "cukup" rasional--plus jadi duta kampanye positif. hehe.


1ST EVER GIVEAWAY!!

Saya akan memberikan satu buah buku 1984 kepada satu orang yang beruntung. Tumben? Iya, saking bagusnya buku ini saya sampai tergerak untuk bikin givaway-nya. Giveaway ini juga sekaligus untuk merayakan viewer blog saya yang sudah mencapai lebih dari 13.000 viewer. Mau dapat buku ini? Yuk, simak syaratnya.

1. Peserta wajib berdomisili di Indonesia.
2. Tulis di komen alasan kalian menginginkan buku ini.
3. Jangan lupa sertakan juga nama dan email/facebook/twitter agar bisa saya hubungi nanti.
4. Share post ini di twitter atau facebook dan sertakan link share-nya juga, ya. Jadi formatnya:

Nama :
Alasan :
Email/FB/Twitter: 
Link share :

5. Follow blog ini melalui email, bloglovin, atau google friend connect. Tapi ini optional, kok. Nggak di-follow pun akan saya masukin daftar peserta. :p
6. Minta doanya semoga saya dapat banyak rejeki jadi bisa bikin givaway lagi.

Gampang, kaan? Giveaway ini dibuka hanya selama TIGA HARI saja, terhitung tanggal 12-14 Juli. Pengumuman pemenang maksimal seminggu setelah giveaway ditutup dan akan diumumkan di blog ini. Pemenang akan dipilih secara random oleh saya dengan bantuan random app. Lho, dipilih random tapi kok disuruh kasih alasan? Karena yang namanya alasan itu personal, dan saya nggak merasa berhak menilai alasan satu lebih baik daripada alasan lainnya. Tapi bisa jadi--bisa jadi, nih--kalau ada alasan yang menyentuh hati saya (aduh) saya akan tambahkan hadiahnya satu buah lagi. Tapi kalau ada yang menarik hati saya lho, ya. Hihihihi. #KetawaJahat

Semoga beruntung!

10 comments:

  1. wah, aku yang pertama komen nih? :D *celingukan*
    langsung aja ya~
    Nama: Li Chylee
    Alasan: well, aku selalu suka sama buku-buku yang mengangkat tema psikologi dan sosial kayak gini (meski ini aroma politiknya kuat banget ya). aku butuh asupan buku berkualitas, sayangnya aku ga mampu dan ga dibolehin beli buku macem2 ama mamaku (-.-') dilihat dari reviewnya, benar-benar mengundang rasa penasaran bagaimana caranya sang tokoh utama mengubah sistem yang sudah berakar kuat begitu. quote-nya pun lumayan kontroversial '-')/
    dan lagi, setelah kepo-in status Yuuchan di FB aku makin tertarik sama buku ini :')
    Email/fb/twitter: chyleejrockstar@yahoo.com
    Li Chylee
    @watashiwa_yuli
    Link share: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=907805645903693&id=100000227995993&_rdr

    p.s: maaf kepanjangan. orz
    semoga aku beruntung. (uvu)

    ReplyDelete
  2. Nama: Alya

    Alasan: Dulu kakak sepupu pernah bawain buku Karl Marx. Pengen baca, tapi nggak tahan karena bukunya segede dan setebel kamus kedokteran, tulisannya kecil-kecil, dan bau kertasnya kayak kresek daur ulang. Kakak sepupuku juga keberatan bacanya, tapi, beberapa bulan kemudian, dia bilang udah baca. Dan komentarnya bikin anak kecil (aku maksudnya) tergiur buat baca. Tapi dia udah di luar kota, dan aku masih trauma sama bau kertasnya.
    Sebenernya, aku baru beberapa bulan ini tau yang namanya Orwell dan 1984. Tapi karena otak manusia emang gini, aku jadi ngerasa liat Orwell dan Marx di mana-mana, termasuk di sini--padahal aku nggak inget temenan di fb karena apa, maaf. -.-v
    Terutama jadi tergiur (banget) karena Kak Ayu nggambarin kalau bahasanya lugas. Seenggaknya kalau aku sakit kepala karena kertasnya, isinya nggak bakal bikin tambah pusing. (Jadi kalaupun nggak dapet giveaway mungkin aku akan tetap cari... pinjeman ke temen '_' v //lirik uang kuliah)
    Tapi yang paling penting: buku gratis. Nggak bisa nolak. xD

    email: mygarfiled@gmail.com

    Link: https://www.facebook.com/Kid.Sieg.pedjoeank/posts/10201745901324193

    ReplyDelete
  3. Nama : Riri Hanafi

    Alasan : Selalu senang kalo dapet alasan untuk baca buku bagus atau rekomendasi... karena menurutku buku bagus itu kaya' soulmate, jarang2 ketemu... dan untuk ketemu pun harus dicari jalannya... salah satunya adalah sering2 baca review, tapi review pun gak sembarang review, harus review yang menggugah... review yang bikin pengen... ini reviewnya bikin pengen... jadi alasan pengen punya buku ini adalah... karena setelah baca review ini jadi pengen baca bukunya... jadi masukin bukunya ke kumpulan "Want To Read" di GR atau bahkan ngecek harga dan masukin wish list... :D

    Thanks for the GiveAway yaaa... ;-)

    Email/FB/Twitter: de2via at gmail dot com

    Link share : https://twitter.com/de2via/status/488169887072665603

    ReplyDelete
  4. Nama: Mide

    Alasan: Kau sendiri ngerti aku suka Psycho Pass, dan buku ini keknya sumber Urobutcher untuk membuat Sikopas. Dimana tokoh utamanya sama-sama bekerja untuk pemerintah, tapi yang satu benar-benar gak ngerti klo pemerintahannya "framing" everything sementara yang satu tahu....dan rada hopeless :3

    Tokoh utamanya sama-sama berumur pula, jadi suka, bukan anak-anak galau khas anime :v And dude, Orwell bisa nebak gimana Amerika bakal jadi negara kek apa. Obama is watching *eh*

    Plus, aku lagi baca bahasa Inggrisnya, baca bahasa Indonesianya boleh donk ^^;;

    Twitter: @hami_02

    Link share: https://twitter.com/hami_02/status/488188165379747842

    ReplyDelete
  5. nama: sonya putri utami

    alasan : aku tertarik membaca buku jika udah tahu reviewnya, soalnya banyak buku yang menipu. cover bagus tapi isnya gak sesuai, itu buat sebel pastinya karena udah habisin waktu =="... suka banget buku yang latar belakangnya sejarah selain menghibur bisa membuat bertambahnya pengetahuan. alasan buku ini wajib aku baca
    1. reviewnya menarik :)
    2. latar belakang sejarah... jadi gpp dong aku yang dapet give awaynya kkk~

    twitter : @sonya_putri1
    link share :https://twitter.com/sonya_putri1/status/488271342022586368

    ReplyDelete
  6. Nama : Indah

    Alasan : udah penasaran ama George Orwell sejak salah satu temen blogger buku yang seleranya kurang lebih setipe ama bacaan yang gua suka, menobatkan "animal farm" sebagai salah satu bacaan terbaik yang pernah dia baca.. sayangnya sampai saat ini gua belum berkesempatan membaca satupun karya George Orwell XD and baca review "1984" di postingan ini semakin membuat keinginan membaca karya George Orwell yang sepertinya bagus untuk 'nutrisi' otak :D

    makasih giveaway-nyaa, semoga mr. random berpihak pada dirikuu, amiinn ^o^

    Email : indah79ers at yahoo dot com

    Link share : https://twitter.com/In2Cards/status/488500122821480448

    ReplyDelete
  7. Nama :Fawwaz

    Alasan : Yang buat aku tertarik sama buku ini adalah kompleksnya dan dalamnya cerita yang disajikan oleh George Orwell. George Orwell harus menuangkan pikirannya ke buku ini pada tahun 1948 (terbitnya 1949) untuk membayangkan keadaan pada tahun 1984. Dan aku sih memaklumi aja orang pada era itu memikirkan seperti itu pada era itu, di masa itu juga masih kental-kentalnya PD II dan tensi perang dingin mulai meningkat dengan adanya Blokade Berli (setau aku yaa). Ditambah lagi denga rating yang kakak berikan makin membuat aku tergiur sama buku ini (walaupun udah baca inggrisnya dan tetep aja gak ngerti).Yaah tapi dengan tema yang di masa lalu (1984) membuat kengerian apa yang mungkin terjadi pada masa kita membuat buku ini seperti "alternative future" di 1948.

    (maaf ya kakak kepanjangan)
    Makasih give-awaynya ya kakak,

    Email/FB/Twitter:@FAnvilen

    Link share :https://twitter.com/FAnvilen/status/488533040998916096

    ReplyDelete
  8. Nama : Priska Nurina

    Alasan : Udah lama kepingin buku ini, alasannya... pada dasarnya sih karena penasaran :p. Buku ini digolongkan sebagai literatur klasik dan aku selalu tertarik baca klasik, apalagi kalau ada versi terjemahannya yang dibilang berkualitas macam ini, karena aku selalu penasaran apa sih yang bisa bikin suatu buku bertahan tetap dibaca orang banyak sampai bertahun-tahun lamanya tanpa dibilang udah ketinggalan zaman? Pastinya buku itu punya sesuatu yang bagus banget buat dijadikan bahan pemikiran dan pembelajaran. Jadi sayang kalau dilewatkan :)

    Email/FB/Twitter: priska.nurina@gmail.com / @skiedayo

    Link share : https://www.facebook.com/priskanurina (maaf, saya bingung gimana ngelink-nya, bisa dilihat di profile fb saya langsung saja ya)

    ReplyDelete
  9. Nama : Nyi Penengah Dewanti
    Alasan: Membaca reviewnya saja kepalaku sudah berputar-putar begini, apalagi membaca langsung ya? Justru saya tetarik mendapatkan buku ini ya begitu, saya pasti akan fokus untuk menyelesaikannya, karena ini semacam sebuah tantangan untuk diri saya sendiri sesekali membaca bacaan yang berbobot. Terima kasih :D
    Email : nyipenengahdewanti@gmail.com
    Linkshare :
    https://twitter.com/NyiPeDe/status/488567509889478656
    https://plus.google.com/u/0/+NyiPenengahDewanti/posts

    ReplyDelete
  10. Nama : Savira Aristi

    Alasan : Yah, jujur saja saya pertama kali tertarik dengan buku 1984 ini dari review singkat yang dipublikasi Kak Ayu di Facebook. Dan jujur saja saya tak terlalu gemar membaca novel terjemahan, karena kebanyakan diterjemahkan dengan kaku. Tapi setelah saya baca review keseluruhan dari Kakak saya rasa buku ini bagus banget, apalagi Kakak bukan reviewer sembarangan (hehehe). Yah, saya juga masih SMA, lagi masa-masanya mencari jati diri (?), jadi saya sedang memerlukan asupan buku-buku yang ada 'isinya'. Saya jadi tertarik sekali untuk membaca buku ini.
    Itu aja sih, semoga Kakak bisa mengadakan giveaway selanjutnya di lain kesempatan, dan semoga saya beruntung XD

    E-mail : saviraristi@gmail.com
    Facebook : Savira Aristi
    Twitter : @SavirAristi
    Linkshare : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=755315624512129&id=100001010947662

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...