Saturday, October 31, 2015

[Book Talk] The Way of Book Polygamist






Oke, ini pengakuan. Sebenarnya saya sedang berada dalam masa reviewing slump. Sebenarnya saya sudah menyelesaikan cukup banyak bacaan bagus yang menurut saya akan menarik jika dibuat reviewnya, tapi kendala waktu dan mood menghalangi saya. Anehnya, belakangan ini saya sedang banyak banget opini tentang buku yang saya tulis di facebook. Jadi saya pikir, kenapa nggak menuliskannya di blog saja? Itung-itung variasi konten. (haha)

Maka, terbentuklah rubrik baru ini. Isinya kurang-lebih akan membahas mengenai opini saya terhadap berbagai macam fenomena (elah) di dunia perbukuan--setiap saya punya opini, tentu. Please expect more of this in the future. XD

Pembahasan perdana saya di Book Talk menyoal pembaca poligami, terinspirasi dari video Book Riot yang ini:


Saya sendiri juga termasuk pembaca poligami, alias orang yang dalam satu waktu bisa membaca banyak buku sekaligus. Total, saya bisa membaca 4 buku dalam satu waktu. Kenapa baca banyak buku? Karena saya cepat bosan dan span atensi saya nggak begitu bagus. lol. Juga karena saya sering merasa stres dengan banyaknya buku-buku baru yang terbit dan kelihatan sangat menjanjikan isinya. Tentu saja, solusi dari masalah stres itu adalah dengan membaca banyak buku sekaligus. XD


Melihat hobi saya ini, jadi ada banyak teman yang bertanya kenapa saya bisa baca banyak buku "berat" (karena kecenderungan saya baca buku nonfiksi dan sastra yang menurut banyak orang "berat") dengan cepat. Tentu saja karena saya baca 4 buku sekali duduk, duh! Walau selesainya juga jadi lama, setidaknya makin banyak buku yang saya tahu isinya (walau cuma setengahnya) saat saya membaca empat buku sekaligus.

Bagaimana cara mengatur membaca buku-buku ini?

Saya punya treatment berbeda-beda terhadap buku-buku yang saya baca, kapan harus membaca buku jenis apa, dan sebagainya. Ini cara saya membagi waktu membaca empat buku sekaligus. Nggak terlalu berbeda dengan video di atas, tapi jenis bacaannya mungkin berbeda.

1. Buku utama

Buku kategori pertama adalah buku yang menjadi prioritas utama saya. Prioritas utama ini bisa karena berbagai faktor: karena memang bukunya engaging buat saya atau karena saya butuh baca bukunya cepat untuk bahan referensi. Buku jenis ini biasanya tersedia dalam format ebook dan saya akan copy datanya ke semua device yang saya punya--saat ini saya cuma punya laptop dan ponsel, tapi dulu saya juga copy buku ke tablet. Buku utama ini yang akan saya buka ketika senggang menunggu sesuatu, pulang dari berkegiatan, saat santai, dll. Pokoknya yang pertama dibuka pasti buku ini. Makanya buku kategori ini relatif lebih cepat selesai dibanding buku yang lain.

Genre yang biasa saya baca untuk kategori ini: sastra kontemporer atau book award winner.

2. Buku paperback untuk teman perjalanan

Saya punya kebiasaan yang cukup aneh. Saya paling efektif membaca buku paperback/hardcopy justru saat sedang di perjalanan naik kendaraan. Saat di rumah, saya pasti lambaaat banget progress-nya kalau disuruh baca paperback. Karena itu, saya paling suka naik kendaraan umum untuk pergi ke mana pun daripada bawa kendaraan sendiri. I could read more! Juga, saya lebih cepat progress-nya saat membaca nonfiksi di perjalanan daripada fiksi. Jadi saya pasti cenderung bawa buku nonfiksi untuk teman perjalanan. Audiobook juga bisa menjadi pilihan yang tepat untuk teman perjalanan, walau saya jarang mendengarkan audiobook karena auditory attention saya memble banget. :'D

Genre yang asyik untuk jadi teman perjalanan: nonfiksi populer (memoar, biografi) atau social studies. Baca materi ujian di kendaraan juga surprisingly helpful. lol.

3. Buku pengalih perhatian

Ini buku yang saya baca saat saya sedang jenuh dengan buku utama. Biasanya ini juga dalam format ebook--walau kadang paperback juga--dan disimpan hanya di laptop, tidak di ponsel juga, untuk menghemat kapasitas ponsel sekaligus supaya tidak mendistraksi saya berlebihan dari buku utama. Buku jenis ini juga jadi buku teman istirahat sejenak setelah menulis cukup lama, karena itu buku pengalih perhatian ini seringnya jenis buku-buku yang mudah dicerna dengan tema dan penulisan yang simpel--dan kalau bisa yang tipis juga biar cepat selesai.

Genre yang biasa menjadi pengalih perhatian: YA, fantasy atau (M/M) romance.

4. Buku sebelum tidur

Seringkali saya punya mood berbeda untuk bacaan sebelum tidur. Kalau buku utama tidak sebegitunya engaging, saya nggak akan membaca buku itu sebelum tidur. Karena itu, biasanya di samping bantal saya (saya nggak punya nakas hiks) ada beberapa tumpukan buku. Banyak orang mengira kalau sebelum tidur enaknya baca yang ringan-ringan. Mungkin memang benar begitu, tapi saya justru kebalikannya. Buku sebelum tidur biasanya adalah buku dengan konten paling "berat" yang akan bikin saya bosan kalau dibaca di waktu bangun. Selain itu, sebelum tidur adalah waktu di saat atensi saya paling alert, karena keadaan sudah santai dan suasana sudah sepi--sudah pada tidur--jadi lebih bisa berkonsentrasi membaca kalimat-kalimat sulit. Juga, buku dengan narasi sulit dan membosankan biasanya tukang nina bobo yang baik dan dijamin nggak akan membuat saya begadang karena penasaran dengan isinya. XD

Genre yang biasa menjadi teman sebelum tidur: sastra klasik atau nonfiksi filsafat.

Itu dia cara saya membagi waktu untuk bacaan-bacaan saya! Siapa yang juga pembaca poligami di sini? Bagaimana cara kalian membagi bacaan kalian dan jenis-jenisnya? Share it to the world! #elah

1 comment:

  1. BLOG nya menarik sekali jadi yuhu hehe kunjungi yang satu ini yaaa biar kalian ga bingung dalam menentukan masalah GEDGET
    http://zapplerepair.com/iPhone-6-lcd-ada-bayangan-hitam-diganti-baru-juga-sama.html
    http://zapplerepair.com/iPhone-6S-masalah-lcd-display-kadang-mau-muncul-kadang-engga.html
    http://zapplerepair.com/perbedaan-antara-lcd-iPhone-original-sama-iPhone-lcd-ori-kaca-palsu.html

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...