Friday, January 1, 2016

[Book Talk] Book Recap 2015 & Bookish Resolution 2016!



Selamat tahun baru 2016!

Bagaimana perjalanan membaca kalian selama 2015 kemarin? Tahun 2015 kemarin adalah tahun keteteran buat saya, bukan cuma dalam membaca dan blogging saja, tapi dalam... segala aspek. Banyak hal-hal di luar dugaan yang datang dan membuat segala rencana saya bubar jalan--untungnya, sebagian besar adalah kabar baik, jadi saya nggak terlalu banyak mengeluh. haha.

Tahun 2015 saya ikut lumayan banyak reading challenge, ada yang sukses, ada yang tidak, tapi untuk urusan challenge setidaknya nggak separah tahun 2014. tinggal bikin recapnya nanti males nggak. Yang paling keteteran cuma Goodreads Challenge, dimana tahun 2015 saya menargetkan baca 70 buku dan target itu baru bisa terpenuhi tepat tanggal 31 Desember. Ini kali pertama saya sangat mepet dalam menyelesaikan Goodreads Challenge, biasanya sebelum hari terakhir sudah selesai.

Di awal tahun 2015, saya bertekad untuk melakukan hal-hal sebagai berikut: a) kurangi membaca komik/manga dan b) menyeimbangkan membaca fiksi dan nonfiksi. Bisa dibilang, saya berhasil melakukan resolusi 2015 saya karena dari 70 buku yang dibaca, saya hanya memasukkan sekitar 7 judul komik, walau nonfiksi yang dimasukkan baru 5 judul saja.

Secara keseluruhan, pengalaman membaca saya tahun ini cukup baik. Saya banyak membaca buku bagus, meski kurang banyak yang menimbulkan kesan. Tapi sekalinya ada yang berkesan, saya langsung susah move on. Berikut ini 5 buku terbaik yang saya baca selama tahun 2015:

1. A Little Life
Ini buku yang paling bikin saya susah move on. Habis baca ini, selama dua minggu lebih saya nggak bisa ngapa-ngapain, padahal waktu itu saya lagi masa deadline revisi skripsi. Buku ini juga disinyalir sebagai salah satu buku yang bikin reading progress saya lambat setelahnya, karena setelah baca buku ini, rasanya buku lain jadi terasa hambar. Review bisa dibaca di sini.

2. The Heart is a Lonely Hunter
Buku ini pernah saya 'tolak' beberapa kali karena sinopsisnya tidak menarik perhatian saya--kisah tentang orang bisu-tuli di mata empat orang aneh sebuah kota? Saya lupa apa yang waktu itu membuat saya memutuskan untuk membaca buku ini, dan begitu selesai membaca, saya menyesal sekali telah berulang kali menolak buku ini. Ternyata isinya sangat mengruwes-kruwes hati. Review bisa dibaca di sini.

3. The Road
Beberapa waktu lalu saya sedang ingin mencoba membaca karya Cormac McCarthy, dan pilihan saya jatuh pada The Road--walau sebenarnya awalnya ingin baca No Country For Old Man. Tapi saya tidak menyesal akhirnya baca ini, karena The Road ini menurut saya menggambarkan sisi realistis dari dunia fantasi post-apocalypse. Sunyi dan menegangkan meski tanpa/minim serangan.

4. The Lowland
Ini buku yang telah lama saya idam-idamkan, dan akhirnya bisa dapat dengan harga miring pula! Saya mulai baca buku ini sejak 2013, tapi karena begitu baca sepertiga awal saya langsung suka, akhirnya saya tahan membaca ebook-nya dan memutuskan baru akan membacanya tuntas setelah punya paperback-nya. Baru bisa baca tuntas tahun ini--dan buku ini tetap memesona hingga kini.

5. Dear Life
Ini buku Munro pertama yang saya baca. Sebelumnya, saya hanya sempat membaca satu cerpennya di buku omnibus Kisah-kisah Cinta Ganjil. Buku ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia seiring dengan didapuknya penulis Kanada ini sebagai pemenang Nobel Sastra 2015. Dari buku ini dapat dilihat dengan jelas kenapa Alice Munro layak memenangkan nobel sastra dan disebut sebagai master cerita pendek.

Lagi-lagi karena tahun kemarin saya keteteran, review pun banyak yang belum dibuat. Karena itu, untuk Goodreads Challenge 2016 saya kembali menurunkan jumlah buku yang dibaca menjadi 50 buku dengan syarat:

1. Tekan membaca komik. Karena sudah berhasil dilakukan di tahun kemarin, akan coba dipertahankan di tahun ini.
2. Perbanyak membaca buku sastra dan nonfiksi. Ada banyak buku sastra bagus yang belum-belum sempat saya baca dan cuma dipandangi di listopia saja. Tahun ini akan coba diperbanyak baca buku-buku sastra.
3. Perbanyak mereview. Setidaknya tingkatkan dari jumlah review tahun 2015 yang sangat sedikit itu huhuhuhu.

Jadi, itulah recap perjalanan membaca tahun 2015 sekaligus resolusi membaca tahun 2016 saya. Semoga tahun 2016 bisa membaca dan mereview banyak buku bagus yang patut dijadikan rekomendasi.

Apa resolusi membaca 2016 kalian?

3 comments:

  1. Loe ngurangin baca komik yu? Kenapa? :)
    Semangat! Semoga sukses tahun resolusi 2016nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang udah lama gue pengen berhenti baca komik, Han. Biar alokasi waktu dan dananya bisa dipake buat buku.

      Delete
  2. BLOG nya menarik sekali jadi yuhu hehe kunjungi yang satu ini yaaa biar kalian ga bingung dalam menentukan masalah GEDGET
    http://zapplerepair.com/iPhone-6-lcd-ada-bayangan-hitam-diganti-baru-juga-sama.html
    http://zapplerepair.com/iPhone-6S-masalah-lcd-display-kadang-mau-muncul-kadang-engga.html
    http://zapplerepair.com/perbedaan-antara-lcd-iPhone-original-sama-iPhone-lcd-ori-kaca-palsu.html

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...